Minggu, 20 Maret 2016

Cara Mudah Mengecilkan Ukuran FOTO dengan Corel Draw X4

Pada kesempatan kali ini aku ingin memberikan sedikit trik untuk mengecilkan ukuran file foto. Andai saja aku gak lagi ngegarap ilustrasi gambar mewarnai, trik ini kayaknya kagak bakalan nangkring di blog kece ini. Hehe. Secara kan gimana gak lumutannya nih pantat nungguin gambar scan-an yang beresolusi super guede saat dikirimin ke penerbit via email? Waduh, sebelum tuh gambar yang jumlahnya berpuluh puluh rampung diunggah, laptopnya udah koit gara-gara kelamaan nunggu.

Otomatis deh ya, tuh gambar scan-an mesti dikecilin dulu ukurannya biar gak bikin lola. Awalnya sih masalah ini beres beres saja, karena pas 12 gambar yang udah jadi ini sudah di scan, aku tinggal merodikan Neng Suci yang jago multimedia buat menghandle masalah ini. Beres ya masalah pertama. Tapi setelah gambar mewarnai ini beres lagi sebanyak 28 buah dan sudah di acan, rasanya gak enak ya nyusahin temen mulu. Hehe. Ya udah deh searching searching gitu kan di google, dan ketemu tutorial kerennya tomymeilando.blogspot.com/2011/08/mengecilkan-ukuran-file-foto-dengan.html?m=1. Optimis deh langsung buka laptop terus nyari software adobe photoshop, karena si mas tutorialnya ngasih tutorial adobe photoshop. Tapi ternyata software ini kagak nangkring di laptop nih, yang ada hanya corel draw x4. Lah gaslau mendadak jadinya. Abisnya deadline udah mepet, kuota lagi seret buat searching lagi di google. Waduhhhh...

Tapi tak patah semangat. Aku buka aja tuh si software corel draw, udah kebuka langsung deh buka foto yang mau dikecilin ukurannya. Bisakan kalau langkah ini gak dicontohin gambar? Hehe.

Udah kebuka ya tuh foto, aq langsung klik menu images deh. Yah berharap saja tutorial mas adobe photoshop bisa digunain juga di corel draw x4. Ternyata sama lho.

Udah klik menu images, klik deh resume. Tampilannya kayak gini nih...
 
Kalau udah di klik jadi begini deh. Terus ubah ya salah satu ukuran file disana. 
Tenang, meskipun kita kagak ngarti satu2 tuh angka gunanya apa saja, tapi kalau udah diubah ukuran salah satunya, ukuran yang lain otomatis nyesuain kok. Nah kayak gini nih tampilannya. Udah gitu klik oke. Terus simpan gambar ya tekan menu file, terus save as biar foto aslinya kagak ilang.

Nah waktu di save as jangan lupa ya formatnya mesti diubah jadi .jpg. Itu lho kolom yang dibawah nama file tinggal diubek ubek saja dan nyari yang.jpg. udah gitu tinggal klik oke.

Lihat nih bedanya...

Ternyata, gak ada rotan, akarpun jadi. Fiuhhh... Tutorial ajibb buat kamu akhirnyabselesei juga.hehe. nantikan postingan nyeleneh selanjutnya ya!


Selasa, 08 Maret 2016

Syarat dan Cara Kirim Ke Penerbit Tiga Serangkai

logo tiga serangkai
Bagaimana cara mengirimkan naskah ke Tiga Serangkai? Menjawab pertanyaan itu, baca baik-baik tulisan di bawah ini, ya…
1. Tiga Serangkai adalah penerbitan yang menerbitkan buku sekolah dan buku umum. Jika Anda ingin mengirimkan naskah ke Tiga Serangkai, pastikan dulu, naskah untuk buku sekolah (PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK) atau buku umum (anak, remaja, dewasa popular, reliji).
2. Untuk buku umum, Tiga Serangkai memiliki 4 creative imprint. Creative imprint inilah yang logonya tercantum dalam buku-buku terbitan Tiga Serangkai. Creative imprint Tiga Serangkai yaitu:
a. Tiga Ananda
Menerbitkan buku-buku untuk anak maupun remaja (maksimal usia 15 tahun), baik popular maupun reliji.
b. Tinta Medina
Menerbitkan buku-buku reliji dewasa
c. MetaGraf
Menerbitkan buku-buku popular dewasa (khusus nonfiksi)
d. MetaMind
Menerbitkan buku-buku fiksi popular remaja maupun dewasa
e. Tiga Serangkai
Menerbitkan Al – Qur’an
3. Jika Anda bermaksud untuk mengirimkan naskah kepada redaksi Tiga Serangkai, Anda dapat mengajukannya melalui e-mail atau mengirimkannya via pos. Alamat pengiriman via pos:
Tiga Serangkai General Book
Jl. Dr. Supomo No. 23 Solo 57141
Telp. 0271-714344
Faks. 0271-713607
Atau via e-mail ke:
tspm@tigaserangkai.co.id
4. Naskah yang dikirimkan hendaknya dilengkapi dengan surat pengantar, abstraksi/sinopsis naskah yang berisi gambaran singkat isi naskah, outline naskah, yaitu semacam daftar isi lengkap yang mengandung penjelasan tentang materi yang diuraikan setiap bagian, keunggulan atau keunikan naskah, pembaca sasaran yang ingin dicapai, serta portofolio penulis.
5. Naskah via pos dapat berupa hard copy maupun soft copy. Apabila hard copy diharapkan dijilid rapi, sedangkan soft copy bisa berformat Microsoft Word maupun PDF.
6. Jika Anda ingin mengetahui jenis naskah apa saja yang diterbitkan oleh creative imprint Tiga Serangkai, Anda dapat hunting ke toko buku atau mencari di internet buku-buku yang diterbitkan oleh creative imprint Tiga Serangkai.
7. Proses review naskah yang masuk ke redaksi Tiga Serangkai adalah 3 bulan. Akan tetapi, secara bertahap kami akan mengusahakan memberikan jawaban lebih cepat.
8. Naskah yang sudah dikirimkan kepada redaksi Tiga Serangkai tidak akan dikembalikan, kecuali dilengkapi oleh perangko balasan yang cukup (khusus via pos).
9. Info mengenai buku-buku terbaru Tiga Serangkai dapat dilihat melalui
website www.tigaserangkai.com, FB Penerbit Tiga Serangkai, maupun Twitter @Tiga_Serangkai

COPAS DARI GROUP 'CURHAT CALON PENULIS BEKEN'

Dear, Curhaters. Siang ini kita ngobrol dengan Mbak Windri dari Penerbit Tiga Serangkai. Berikut sekilas tentang Penerbit Tiga Serangkai (TS) ini.

Tiga Serangkai adalah perusahaan penerbitan untuk buku-buku sekolah (School Book) dan buku-buku umum (General Book). Di General Book Department, TS memiliki 4 creative imprint, yang mewakili setiap b
uku yang diterbitkan. Tiga Ananda adalah creative imprint yang menerbitkan buku anak-anak. Baik popular maupun reliji. Tinta Medina adalah creative imprint yang menerbitkan buku-buku reliji dewasa. Metamind adalah creative imprint untuk buku-buku fiksi popular. Sedangkan Metagraf adalah creative imprint untuk buku-buku nonfiksi popular.


Mengirimkan naskah ke TS dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu melalui e-mail ke: tspm @tigaserangkai.co.id atau via pos ke: General Book Department Tiga Serangkai. Jl. Dr. Supomo No. 23 Solo.
Setiap naskah yang mask hendaknya dilengkapi dengan sinopsis, keunggulan naskah serta segmen pasar. Jangan lupa biodata lengkap penulisnya

Demikian sekilas perkenalan tentang Tiga Serangkai, khususnya GB Department.


TANYA JAWAB:

1. Cukup Hanya Sandi aka T. Sandi Situmorang: Dari info di atas kan dijelaskan bisa mengirimkan naskah dengan 2 cara. yang mau saya tanya, apakah salah satunya ada yang diutamakan? maksud saya: barangkali kirim print out lebih cepat diproses daripada via email.

Jawab: Nggak ada yang diutamakan kok, Mas. Semua punya kesempatan yang sama untuk direview. Hm, bahkan jika ada yang domisilinya di Solo dan sekitarnya, dan mau langsung antar ke kantor, silakan saja. Mungkin keuntungan hard copy adalah, bagi editor yang membuat review-nya akan lebih nyaman, ya, karena tidak langsung berhadapan dengan komputer


2. Wanda Kaniawati: Apa TS menerima naskah fantasi (lebih mirip ceritanya seperti cerita bergaya romawi kuno atau narotu atau mungkin perpaduan keduanya)?

Jawab:
naskah fantasi ya? Well, untuk satu tahun ke depan ini setidaknya kami mengurangi naskah genre fantasi. Untuk naskah fiksi kami lebih fokus ke fiksi sejarah dan kisah-kisah inspirasi


3. Meta Cha: hmmm fiksi popular ya mbak? salam kenal Mbak yang seleksi naskah sekaligus editor kah?

Jawab:
Mbak Meta: di TS tidak hanya fiksi popular, tapi juga fiksi reliji . Kebetulan yang anti menyeleksi dan jadi editornya adalah tim editor says Dan rekan.rekan di bagian anak serta reliji. Tergantung naskahnya apa


4. Bambang Irwanto: Apa Tiga serangkai menerima naskah kumcer atau kumdong anak?

Jawab: naskah kumcer anak Dan kumpulan dongeng anak, kalau untuk penulis dewasa tidak, Mas. Tetapi kalau penulis anak-anak, kami masih buka kesempatan itu


5. Wanda Kaniawati: Untuk fiksi popular, temanya bebas, kan? Maksudku bagaimana dengan horor atau komedi atau horor komedi seperti banyak buku tentang pocong-pocongan yag komedi gitu?

Jawab: Tema memang bebas, Mbak. Tetapi, kami dasarnya adalah penerbit dengan basic edukasi dan keislaman. Jadi untuk tema horor, kami tidak menerbitkan. Komedi? Well, selama marketable, why not....


6. Nuri Dhea Subiyanto: berapa lama biasanya review dilakukan? Btw mungkin maksud Bang Sandi apakah yang kirim naskah print out lebih dulu di review dibanding yang dikirim via email?

Jawab: proses seleksi di TS lebih kurang 3 bulan. Itu pun dengan beberapa tahap. Seleksi pertama di editornya. Jika OK, lanjut dengan seleksi di per bagian atau divisinya. Misalnya jika itu buku anak-anak, maka akan diseleksi bersama Tim editor buku anak. Jika lolos lagi, seleksi dengan Tim marketing, sales Dan promosi. Kalau lolos lagi, baru bisa terbit.


7. Tanti Kuben Koko: Saya mau masukin ensoklopedia anak nih. Berapa lama review untuk semacam ensi? Makasih.

Jawab: dasarnya sama Mbak. 3 bulan.


8. Bambang Irwanto : Apakah TS pernah menjaring naskah anak lewat semacam lomba penulisan cerita anak?

Jawab: menjaring naskah lewat lomba ya? Well, kalau untuk dewasa memang belum pernah, Mas. Ide bagus. Bisa buat masukan. Kalau untuk anak-anak memang sudah, Mas. Walaupun lingkupnya masih di Solo. The Story Explorer awal adalah salah satu contohnya. Penulis-penulis pertamanya TSE adalah anak-anak pemenang lomba menulis.


9. Wanda Kaniawati: Untuk fiksi popular, apa harus yang islami menginspirasi atau nggak harus kental dengan suasana islami yang penting inspiratif?

Jawab: Mbak Wanda: di fiksi popular tidak harus mental nuansa islaminya, mbak. Tapi kalau mau kental nuansa islaminya juga bisa. Di atas saya sudah jelaskan kalau TS punya 4 creative imprint. Tiap imprint mewakili kekhasan masing-masing.


10. Jang Syauqi : Salam kenal mbak Nurcahyawati Windri Astuti, saya mau tanya. Apakah naskah yang masuk ke penerbit pasti akan mendapat pemberitahuan. Katanya, biasanya minimal 3 bulan setelah naskah masuk.
 Soalnya saya ada pengalaman nanya ke sebuah penerbit yang lumayan beken. Jawabannya: tunggu aja 6-10 bulan. Kalau lewat segitu tidak ada kabar berarti nggak layak terbit.
 Tega amat ya kalau semua penerbit begitu. Kalau di Tiga serangkai bagaimana?

Jawab:
Insya Allah di TS naskah yang ditolak atau diterima akan diberitahukan. Itulah sebabnya, di atas saya katakan dalam setiap pengiriman naskah juga melengkapi biodata


11. Nuri Dhea Subiyanto : pertanyaan saya kedua, untuk buku anak-anak, boleh kan cerita fantasi? Kriteria buku anak yang seperti apa yang disukai penerbit TS?

Jawab: buku anak fantasi? Tentu saja boleh. Sudah pernah lihat buku anak-anak TS di bawah bendera First Novel atau The Story Explorer? Kebanyakan fantasi

(tambahan dari Uni Dian: untuk first novel, waktu itu sempat memang diusung unsur fantasi dan reality digabung atau dikombinasikan, jadi untuk FN, yang ditulis oleh temen2 di bawah ananda, kebanyakan fantasi.)


12. Tanti Kuben Koko :Pertanyaan kedua, saat ini tema apa yang sedang dicari oleh TS terkait ensiklopedia anak? hihi

Jawab:


13. Io Frasio : Mbak cuantik, nanya dong. Ts nerima ROMANCES & COMEDY gak?

Jawab:


14. Dewi Liez : format penulisan naskah sudah ada yg tanya belum ya? jumlah halaman, dll.

Jawab: Mbak Dewi Liez: tentang format naskah? Well, sebenarnya di TS untuk format naskah bukan jadi keharusan Yang penting. Selama Yang dikirimkan itu diketik rapi, terbaca dengan nyaman, serta mampu menyampaikan maksud keseluruhan cerita, kami tidak mempermasalahkan format penulisan terlebih dahulu. Ide dan team naskah, itu Yang menjadi concern kami diawal.


15. Ari Keling :TS sedang mencari naskah novel seperti apakah? Waktu tunggu naskah berapa lama ya?
Jawab: nunggu naskah minimal 3 bulan.


16. Bambang Irwanto: Mbak Nurcahyawati Windri Astuti yang baik, ramah dan suka menabung... Di toko buku saya melihat banyak first novel yang ditulis oleh teman-teman saya. Apakah Imprin Ananda masih menerima first novel anak, Mbak?

Jawab: untuk Tiga Ananda, hampir semua penulisnya adalah dewasa, Mas, The Story Explorer. Tentu FN masih dibuka kesempatan. Ada juga pic book, baik yang model cerita maupun pengetahuan



17. Nuri Dhea Subiyanto : Mbak Windri, pertanyaan saya ketiga: Apakah Penerbit TS pernah atau ada rencana mengadakan event pelatihan penulisan novel, misalnya. Dan di akhir event, ada tugas membuat naskah sesuai pelatihan tersebut, dan naskah terbaik diterbitkan? *maaf saya kurang melek penerbit*

Jawab: event penulisan ya? Hm, tahun lalu kami pernah melakukannya untuk menelurkan program FN dan TSE. Saat ini kami sedan menyusun program seperti itu lagi untuk tahun depan. Doakan saja ya....


18. Wanda Kaniawati : Batas umur buat penulis anak berapa, ya? Yang masih SMP, bisa dibilang penulis anak, kan?

Jawab: penulis anak-anak berada di range usia 6 sampai 12 tahun.


19. Tanti Kuben Koko : Pertanyaan berikutnya: untuk sistem pembayaran ensiklopedia, apakah royalti atau jual putus? Apa ada link khusus tentang persyaratan ensi? Biar saya langsung meluncur ke sanaaaa.


Jawab: Mbak Tanti Kuben: pembayaran bisa keduanya. Tidak hanya berlaku untuk ensiklopedia saja. Tetapi semuanya.


20. Bambang Irwanto : Mbak Windri, apa perbedaan buku anal yang ditulis oleh penulis anak dan penulis dewasa? Karena saya lihat trendnya sekarang begitu. Dan semua penerbit ikut-ikutan juga. Boleh sharing, Mbak Windri. Agar saya bisa tau kelemahan saya. Msalnya bahasa atau tema.

Jawab: perbedaan penulis anak Dan penulis dewasa. Sebenarnya tidak Ada perbedaan Yang mendasar. Kalau di TS sendiri, secara idealis kami memang ingin mengembangk, potensi anak-anak. Oleh karenanya penerbitan buku-buku Yang ditulis oleh anak-anak ini pun kami ikuti dengan pelatihan menulis. Walaupun tidak menutup mata secara bisnis ini adalah,'kue' Yang menggiurkan.


21. Jang Syauqi : Untuk masalah cover buku, apakah TS punya pakem tertentu atau penulis masih bisa nego?

Jawab: kover buku ya. Standard setiap penerbit pasti Ada. Dan umumnya penulis juga bisa urun rembug di sini. Karena, sama halnya seperti menerima naskah, over pun persetujuannya panjang. Bukan hanya antara penulis, editor, dan designernya, tapi juga Ada marketing, sales Dan promosi. Bahkan beberapa kasus buku-buku tertentu, bisa sampai manajemen paling atas Yang memutuskan

(tambahan dari Uni Dian): pengalaman saya, waktu bikin gambar odie, sempat "chat n diskusi" dulu ama tim ilustrator, ampe dapat gambar yang sesuai maunya saya... minimal mendekati keinginan saya gitu ..hihihi


22. Agnes Bemoe: Untuk picbook seperti yang Mbak sebutkan menjawab pertanyaan Mas Bambang Irwanto di atas, apakah pic book itu juga harus hasil tulisan anak ataukah orang dewasa?

Jawab: hm, saya coba ulangi ya, Mbak. Untuk naskah Yang ditulis anak-anak, hanya TSE saja. Selain itu penulisnya dewasa semua. TSE itu apa? TSE itu novel atau kumcer yang ditulis anak-anak


23. Bambang Irwanto : Asyik... berarti masih terbuka lebar bagi penulis ganteng, tampan dan rupawan kayak saya ya, Mbak hahahaha. Kalo gitu, mumpung Mbak Nurcahyawati Windri Astuti ada, saya boleh tanya tentang syarat teknisnya, Mbak. fist novel anak itu berapa halaman dan berapa bab? Terus tiap Bab berapa halaman? terima kasih, Mbak Windri.

Jawab:
(dari Uni Dian)
saya bantu jawab ya, syarat teknisnya, utk FN itu kisaran 40 ribu kata mas. tiap bab terserah.
saya kemaren bikin serial Odie itu sekitar 64 halaman, jadi kalau kita bikin rata2 satu bab 4 halaman, ya dibagi aja, atau 10 halaman, ya berarti hanya 6 bab. pembagian bab terserah penulisnya mas bambang.

(TS): jawaban teknis FN sudah terjawab oleh penulis FN-nya langsung. Hehehe, makasih Mbak Dian....


24. Dewi Telaphia : Kalau mau nulis buku pegangan anak untuk PAUD misalnya, itu masuk kategori mana ya? Yang jelas sih non fiksi. Terus kalau gak bisa menggambarnya gimana? Apakah harus bekerja sama dgn ilustrator?

Jawab: buku pegangan untuk PAUD? Bisa masuk ke buku-buku parenting kami, Mbak. Untuk illustrator, nanti bisa dipilihkan oleh penerbitnya


25. Meta Cha : Ohya kriteria sebuah naskah berkualitas, dilihat dari apa ya?

Jawab: naskah berkualitas? Secara bisnis, bagi penerbit, naskah berkualitas adalah naskah Yang laku di pasaran. Secara idealis, naskah Yang berkualitas adalah naskah Yang mampu membuat pembacanya terhibur Dan memberi inspirasi serta pengetahuan baru. Jadi, Yang tugasnya adalah menyatukan antara sisi bisnis Dan idealis


26. Bambang Irwanto : O iya, Mbak Nurcahyawati Windri Astuti.Bulan november kan, ada Indonesia Book fair di Istora Jakarta. Apa Tiga serangkai ikut serta? Mungkin TS bisa buat acara. Misalnya workshop penulisan, lomba penulisan naskah atau menjaring naskah selama IBF berlangsung.

Jawab: di IBF kebetulan kan Ada Bursa naskah. Di sana TS ikutan buka stand. Jadi, siapapun bisa tanya-tanya langsung dengan editor TS Yang hadir di sana Dan bisa juga menyerahkan naskah langsung.


27. Naqiyyah Syam Full : kudu ada selling point enggak? maksudnya promo naskah kita.

Jawab: untuk selling point, sebagai penulis, Yang diharapkan bisa dipaparkan di sana adalah kelebihan dari buku tersebut. Apa perbedaannya dengan kompetitor. Dan, bagaimana penulis dapat membantu untuk mengembangkan atau mempromosikan bukunya nanti.


28. Naqiyyah Syam Full : Menerima outline enggak?

Jawab: untuk outline, selama di outline itu bisa menggambarkan keseluruhan naskah Yang akan dikirim. Kenapa enggak?


29. Naqiyyah Syam Full nanya lagi, kalo jual putus berapa kira? kalo antologi, pic book atau apa? *mendadak matre*

Jawab: harga jual putus? Hehe, itu conditional, Mbak. Jumlahnya tergantung banyak pertimbangan. Jadi tidak bisa pukul rata. Masing-masing punya hitungan bisnisnya sendiri-sendiri.


30. Nuri Dhea Subiyanto : Mbak Windri nanya lagi. Kriteria penulis seperti apa yang disukai penerbit TS? Eeeng kan dari nanya kriteria naskah. Saya mau nanya kriteria penulis yang disukai seperti apa? Hehehe

Jawab: kriteria penulis TS? Hmmmmm.... unik, capable, komunikatif, public speaker....
public speaker di sini maksudnya, dia juga bisa menjual bukunya sendiri. Jadi secara promosi, penulis ini mampu Dan dapat membantu penerbit mempromosikan bukunya.



31. Tanti Kuben Koko: Ngggg... kelupaan, TS nerbitin buku pelajaran juga, kan, ya? Nanti kalo ganti kurikulum lagi, mau ah nulis buat TS.

Jawab: buku pelajaran? Tentu saja. Nanti dibantu diarahkan ke departemen sebelah


32. Meta Cha : sekarang yang penerbit tiga serangkai tertarik apa? yang secara bisnis bagus?

Jawab: secara spesifik, satu tahun ke depan ini kami akan menerbitkan buku anak-anak baik popular maupun reliji (novel, pic book, aktivitas, pengetahuan), dewasa popular (bisnis, kesehatan, parenting, faksi, fiksi seperti novel sejarah dan novel inspirasi), serta reliji dewasa (kesehatan islami, fikih kontemporer, parenting islami, panduan, motivasi, novel reliji, serta Al Qur'an).


33. Nuri Dhea Subiyanto : Untuk pemasaran buku-buku TS, apa yang dilakukan penerbit TS sejauh ini? Selain pameran buku tentu saja. Lalu apa yang diharapkan penerbit TS terhadap penulis-penulisnya?

Jawab: Untuk promosi buku, saat ini kami memang tidak membuat kegiatan Yang macem-macem. Standard saja. Pameran, bedah buku, talk show di radio. Yang lagi berkembang di TS adalah kami ikut berbagai event komunitas Yang diselenggarakan oleh penulisnya. Itulah sebabnya mengapa Ada point, public speaker di kriteria penulis kan?


34. Meta Cha : kira-kira nih mbak, kira-kira... TS terima novel yang kontroversial gak? semacam teroris gitu (bukan true story?) atau soal detektif remaja?

Jawab: novel kontroversial? Selama masih bisa dipertanggungjawabkan, kenapa enggak. Tapi ingat novel-novel Jenis apa Yang akan kami terbitkan ya...


35. Dian Iskandar : ngomong2 soal buku pelajaran, kalau buku kuliah gimana ya mbak Nurcahyawati Windri Astuti, masuk ke buku pelajaran atau non fiksi populer. soalnya kemaren saya ada naskah terkait hak konsumen, bikin bareng temen, belum kelar sih.. tapi kalau dikirim ke TS, masuk divisi apa ya mbak.. #ini nanya serius... gak cengingisan lagi.

Jawab: khusus buku sekolah, TS hanya menerbitkan buku sekolah untuk Paud sampai SMA aja, mbak. Untuk tingkat universitas enggak.


36. Ida Mulyani Nawadji :Mau nanya, kalau buku tentang kisah inspiratif pengalaman waktu Haji boleh nggak? Mbak @Nurcahyawati Windri Astuti... (lho kok nggak bisa dimention ya?)... Pernah lihat di beberapa penerbit lainnya, tapi kan setiap pribadi bisa berbeda2 pengalaman spiritualnya. Ada lowongan nggak, untuk naskah seperti ini?

Jawab: silakan Mbak. Nanti Yang review teman-teman dari Tim editor reliji

CARA NGIRIM NASKAH KE WAHYUMEDIA

FIKSI (Twitter Literatur, Teen Fiction)
  1. Bukan naskah fantasi, kumpulan cerpen, atau kumpulan puisi
  2. Format: Diketik di kertas A4, 100—160 halaman, Times New Roman 12pt, spasi 1, margin 1 cm (top, bottom, left, dan right)
  3. Naskah harus merupakan naskah utuh, tidak setengah-setengah.
  4. Dilampirkan formulir kirim naskah (yang sudah di download dari situs www.wahyumedia.com), CV, dan sinopsis ke:
Redaksi:
Jl. Moh. Kahfi 2 No. 12
Cipedak, Jagakarsa
Jakarta Selatan
Indonesia
12630

Telp: 021-788 810 00 (Ext, 216, 215)
Fax: 021-788 820 00 (Ext. 230)
Twitter: @wahyumedia
Facebook: Penerbit Wahyumedia
Email: redaksiku@wahyumedia.com atau wahyumedia.redaksi@gmail.com

NON FIKSI (Penunjang Pelajaran SD-SMP-SMA, Informasi & Pengetahuan Populer, 
Entertainment
 & Lifestyle, Anak, dll)

  1. Format: Diketik di kertas A4, Times New Roman 12pt, spasi 1, margin 1 cm (top, bottom, left, dan right).
  2. Naskah harus merupakan naskah utuh, tidak setengah-setengah.
  3. Untuk naskah anak, disertakan ilustrasi (apabila ada).
  4. Dilampirkan formulir kirim naskah (yang sudah di download dari situs www.wahyumedia.com) dan CV seperti alamat di atas.
Catatan:
Untuk semua naskah, akan diproses 1—3 bulan. Sebab, banyaknya naskah yang masuk ke redaksi. Harap dimaklumi.

Bagaimana Sih Caranya Menerbitkan Naskah di Gramedia Pustaka Utama?

Kami selalu menerima naskah dari penulis untuk kami terbitkan, bila naskah tersebut kami nilai memenuhi standar penerbitan kami.
Namun, maaf sekali, kami tidak bisa menerima naskah yang dikirimkan melalui e-mail, karena akan menyulitkan tim editor dalam melakukan penilaian naskah.

Apabila Anda ingin menerbitkan naskah Anda, silakan kirimkan naskah tersebut ke alamat kami di:

PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Kompas Gramedia Lantai 5
Jl. Palmerah Barat 29-37
Jakarta 10270

Cantumkan jenis naskah Anda di sudut kiri atas. Fiksi/Nonfiksi. Remaja/Dewasa. Dll. Untuk memudahkan proses seleksi/pengkategorian.

Naskah yang dikirimkan harus dalam bentuk print out, lengkap (tidak hanya cuplikan naskah). Sertakan pula sinopsis cerita.

Tebal naskah untuk novel 100-200 halaman (bisa lebih, asal jangan berlebihan).

Untuk buku anak, lengkapi dengan contoh ilustrasi. Konsep cerita (terutama untuk buku berseri).

Jenis kertas yang digunakan bebas, asal mudah dan enak dibaca. Ukuran font 12pt, dan spasi 1,5. Tema naskah juga bebas, selama tidak menyinggung SARA dan vulgar.

Sertakan bersama naskah Anda, data diri singkat.

Naskah sebaiknya sudah dijilid, agar tidak tercecer selama dibaca oleh tim editor kami.

Setelah masuk ke meja redaksi, naskah akan dibaca oleh tim editor selama minimal 4-5 bulan. Naskah yang belum bisa kami terbitkan, akan kami kembalikan.

Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi 53650110 ext. 3511/3512 (redaksi fiksi/nonfiksi).
Atau via e-mail: fiksi@gramediapublishers.com atau nonfiksi@gramediapublishers.com

PS. Kami tidak memungut bayaran apa pun kepada penulis yang ingin menerbitkan naskahnya.

======

Prosedur penerbitan untuk sejumlah penerbit lain juga bisa disimak di folder grup KasFan yang ini:
https://www.goodreads.com/topic/group...

Kirim Naskah ke Pro U Media

PUNYA IDE UNTUK DIBUKUKAN?

Andakah salah satunya yang tertantang untuk mengirimkan naskah (asli atau terjemah) tentang:
1. Pengembangan diri (motivasi);
2. Pernikahan; keluarga; pengasuhan anak (parenting);
3. Pergerakan Islam (harakah);
4. Panduan praktis untuk kebutuhan sehari-hari;
5. Hikmah & kandungan ibadah;
6. Dunia remaja;
7. Gaya hidup islami;
8. Novel islami kehidupan sehari-hari (bukan percintaan). Mohon maaf, untuk saat ini naskah sastra berupa kumpulan cerpen (kumcer) dan/atau puisi tidak kami terima.
FAQ
Bagaimana cara mengirimkan naskah ke Pro-U Media?
Panjang halaman minimal untuk nonfiksi 100, fiksi/sastra 150. Naskah diketik pada kertas A4 (kwarto) spasi 2 dengan semua marjin 3 cm; font Times/Garamond ukuran 12. Kirimkan naskah Anda via pos ke alamat Pro-U Media: Jl. Jogokariyan No. 41, Yogyakarta 55143. Telp: 0274-376301. Naskah juga boleh dikirim melalui alamat e-mail: redaksi@proumedia.co.id
Bolehkah mengirimkan melalui e-mail saja?
Boleh.
Apakah saya harus menyertakan sinopsis naskah?
Sebaiknya pengirim naskah/penulis menyertakan synopsis atau ringkasan naskahnya,baik itu naskah fiksi ataupun non-fiksi. Tidak perlu panjang, cukup 1-2 halaman.
Berapa lama waktu pemberitahuaan bahwa naskah saya diterima atau ditolak?
Konfimasi naskah layak terbit atau tidak, selambat-lambatnya 2 (dua) bulan terhitung naskah diterima redaksi Pro-U Media. Jika sampai dua bulan tidak ada konfirmasi apa pun dari Pro-U Media, penulis berhak langsung mengirimkan ke penerbit lain.
Untuk tahun kepastian diterima atau tidak, apakah saya harus menelepon Pro-U ataukah tidak?
Tidak perlu, Pro-U-lah yang akan mengontak penulis terkait konfirmasi naskah.
Saya penulis baru dan masih belajar, apakah saya bisa mengirimkan naskah di Pro-U?
Tidak masalah. Pro-U menghargai ide, bukan nama besar atau pengalaman penulis. Mayoritas penulis Pro-U merupakan wajah baru dalam perbukuan di tanah air!
Apakah naskah yang dikirimkan harus lengkap? Bolehkah hanya sinopsisnya saja?
Ya. Naskah harus dikirim lengkap disertai sinopsis. Naskah yang dikirim berupa sinopsis saja tidak akan diproses redaksi Pro-U. Pengecualian berlaku untuk naskah terjemah, pengirim naskah terjemah cukup mengirimkan sinopsis, daftar isi, dan contoh terjemah.
Saya hanya mengirim lewat pos atau ekspedisi, karena takut kalau via e-mail naskah saya akan ‘diapa-apakan’. Bagaimana di Pro-U?
Boleh, silakan. Pengiriman via e-mail ataupun pos/ekspedisi tidak memengaruhi penilaian. Dan yang penting juga, penulis tenang hatinya; tidak ada prasangka kepada penerbit.
Kalau selama 2 (dua) bulan tidak ada kepastian atau konfirmasi diterima atau tidaknya naskah, apakah secara otomatis saya boleh mengirimkan ke penerbit lain?
Boleh.
Bolehkah mengirimkan naskah secara bersamaan; misalnya naskah A saya kirim ke Pro-U dan juga penerbit lain dalam waktu bersamaan?
Amat tidak boleh. Penulis yang melakukan tindakan ini akan kami peringatkan, dan dimasukkan dalam daftar hitam calon penulis Pro-U.
Bagaimana cara memasukkan naskah terjemah?
Kirimkan sinopsis, daftar isi, dan contoh terjemah dari naskah asli.
Jelaskan apakah buku tersebut berlisensi (copy right) ataukah bebas terjemah.
Apakah penerjemah mendapatkan royalti?
Tidak. Karya penerjemah dinilai dengan sistem beli-putus.
Apakah buku-buku asing di Pro-U harus berbahasa Arab saja?
Tidak, setiap buku yang sesuai dengan visi dan misi,d ari bahasa asing apa pun, bisa diajukan untuk diterbitkan di Pro-U.
Apakah Pro-U mengurus perizinan dari buku terjemah bahasa asing?
Ya, untuk setiap buku asing yang memiliki copy right, apabila Pro-U berkehendak menerbitkan, maka Pro-U akan mengurus perizinan ke penerbit aslinya. Penulis dalam hal ini membantu penerjemahan korespondensi atau memberikan informasi yang terkait dengan penerbit asli.
Naskah apa saja yang diterima di Pro-U?
1. Pengembangan diri (motivasi);
2. Pernikahan; keluarga; pengasuhan anak (parenting);
3. Pergerakan Islam (harakah);
5. Panduan praktis untuk kebutuhan sehari-hari;
6. Hikmah & kandungan ibadah;
7. Dunia remaja;
8. Gaya hidup islami;
9. Novel islami kehidupan sehari-hari (bukan percintaan).
Naskah di Pro-U harus naskah islami? Bagaimana bila naskah saya umum, misalnya soal kiat-kiat dalam mencari kebahagiaan hidup?
Tidak harus islami berisikan dalil-dalil. Cukup memetik hikmah atau nilai Islam secara umum. Dan yang penting, naskah tidak berlawanan dengan akidah Islam.
Bagaimana saya tahu topik yang dicari atau tengah dibuka kuota terbit di Pro-U?
Cermati buku-buku terbaru Pro-U dalam enam bulan terakhir, insya Allah akan terbaca apa kemauan Pro-U.
Apakah Pro-U menerima naskah kumpulan cerita pendek, dan kumpulan puisi?
Mohon maaf, untuk saat ini naskah sastra berupa kumpulan cerpen (kumcer) dan/atau puisi tidak kami terima.
Apakah kalau saya mengirim naskah harus ada komentar (endorsement) dari seorang tokoh atau penulis kenamaan?
Tidak perlu.
Bagaimana sistem pembayaran Pro-U untuk penulis yang naskahnya diterbitkan?
Setiap penulis yang diterima naskah akan ditawarkan dengan dua system. Terserah penulis hendak memilih yang mana.Pertama, sistem royalti, dengan perhitungan berdasarkan harga jual buku bruto atau harga banderol. Kedua, sistem kontrak.
Apakah Pro-U transparan dan disiplin dalam pembayaran royalti?
Insya Allah, silakan bisa dicek ke penulis-penulis yang memercayai bukunya di Pro-U.
Apakah Pro-U menerapkan sistem beli-putus?
Tidak. Kami hanya memakai sistem royalti dan kontrak.
Selain royalti, saya dengar Pro-U menerapkan sistem kontrak. Bisa dijelaskan maksudnya?
Sistem kontrak merupakan modifikasi dari sistem beli-putus. Dalam sistem beli-putus, penulis naskah hanya menerima uang (pembelian) di awal perjanjian, dan setelah itu tidak akan pernah ada lagi pembagian keuntungan. Jadi, mau bukunya laris atau tidak, hak si penulis sudah tidak ada lagi. Kalau bukunya laris, penulis yang rugi. Dicetak berkali-kali tetapi dia hanya menerima pembayaran sekali (yakni uang pembelian naskah tadi). Kalau bukunya tidak laris, yang bingung penerbit; mau dikemanakan buku itu.
Sistem kontrak diterapkan untuk mencegah kerugian di kedua pihak. Di awal, penulis menerima uang sejumlah tertentu (tapi bukan uang pembelian naskah), untuk sekian periode tahun etrtentu (jadi, tidak selamanya). Setiap buku cetak ulang, penulis akan menerima bonus. Dan seterusnya setiap buku naik cetak. Pada akhir periode kontrak, dia bisa bernegosiasi apakah mau ditarik naskahnya (untuk diterbitkan di penerbit lain) ataukah meminta sistem royalti.
Bagaimana kiat supaya naskah saya diterima di Pro-U?
1. Tema: islami (yang masih menjelek-jelekkan Islam, minggir! Yang suka merusak Islam atas nama Islam, mundur!).
2. Ide unik, kaya gagasan.
3. Orisinil; tidak mengekor apalagi menjiplak.
4. Bahasa renyah dan mengalir.
5. Tegas dalam sikap keislaman (maaf, penulis plintat-plintut dan penjilat Barat, bukan kawan Pro-U Media).
6. Kaya contoh, pengalaman atau kisah (untuk karya nonfiksi).
7. Jalan cerita tidak klise dan monoton (untuk novel).
8. Topik novel bukan seputar asmara, percintaan, dan pernikahan. Topik disukai tentang kehidupan sehari-hari semisal: persahabatan, perjuangan hidup, dan konflik usia.
9. Jumlah halaman sesuai dengan syarat minimal yang diminta Pro-U.

Penampakan Jadulnya Wajah Jakarta Tempo Doeloe, Bikin Mupeng

Kalo ngomongin soal Kota Jakarta, Apa yang terlintas dipikiran kamu tentang Jakarta sekarang ini gaes? Pasti banyak dari kamu yang berpendapat kalo Jakarta sekarang lebih macet, banyak polusi, Jakarta panas, dll. 
Coba deh sejenak kita lihat kebelakang mengenai kota Jakarta. Jakarta sekarang beda banget dengan Jakarta jaman dulu. Kalo kita lihat dari foto-foto ini, terlihat jelas banget kalau Jakarta tempo dulu lebih keren dan asri. 
#1. Suasana Monas Tahun 1962
Asri banget ya Monas jaman dulu.. Dulu, di setiap sudut monas berdiri dengan gagah beberapa ekor patung banteng. Tapi sekarang banteng-banteng itu nggak tau pergi kemana..
#2. Bunderan HI 1971, Foto Jadul yang diambil di malam hari

 Suasana Bundaran HI tempo dulu, foto ini diambil tahun 1971. Keren ya? Kalo sekarang gimana? Macet?

#3. Foto Duta Merlin Tahun 1962

 Beda banget ya suasana Duta Merlin dulu sama sekarang.. Jelas banget kalo dulu lebih asri karena banyak pohon nya..

#4. Gereja Katedral diawal Tahun 1970-an


Tuh, penampakan foto Gereja Katedral, Jakarta jaman dulu. Foto ini diambil diawal 1970-an 

#5. Suasana Jl. Sudirman 1970-an
Suasana Jl. Sudirman kearah Kebayoran,  Foto Jakarta Jaman Dulu ini diabadikan pada tahun 1970-an. Keren ya, dan nggak macet seperti sekerang..

#6. Suasana Jl Thamrin diawal th 1970an
 Ini nih penampakan foto di Jl Thamrin diawal th 1970an. Keren banget ya.. Bisa dilihat, disana lagi ada proses pembangunan gedung Wisma Nusantara..
#7. Suasana Masjid Al Azhar Tahun 1971 
 Nah, bisa kita lihat tuh gimana suasana mesjid Al Azhar jaman dulu. Belum banyak bangunan di sana dan suasananya adem banget.. 
 #8. Suasana di Patung Pancoran, di Tahun 1969


 Foto ini menggambarkan suasana asri banget potret Ibu Kota jaman dulu. Jika dibandingkan dengan masa sekarang tentu beda 180 derajat, alias jauh banget.

#9. Foto Stasiun Kota Jaman dulu, diambil pada tahun 1979  


#10. Foto Stasiun Tanahabang. Foto jaman dulu ini diambil pada th.1975



#11. Penampakan Foto JadulTerminal Blok M diawal th 1970an



#12. Suasana Terminal Lapangan Banteng Jaman Dulu. Foto ini diambil pada th 1971



Keren kan wajah Jakarta tempo dulu? Semoga saja kedepan Ibu Kota Negara Indonesia ini kedepanya mampu berbenah lebih baik, lebih asri dan teratus seperti Jakarta Jaman Dulu..

sumber: www.masibas.my.id